Kamis, 03 Januari 2008

Bencana Melanda Indonesia

Korban Tewas Lesus di Brebes Jadi 4 Jiwa
Kamis, 3 Januari 2008 - 20:11 wib

BREBES - Korban terjangan angin puting beliung disertai sambaran petir di Brebes, Jawa Tengah, bertambah menjadi empat orang. Dua korban terahir yakni Sodik (65), warga Banjaratma, dan Soimah (25), berdomisili di Dukuh Sipuguh, Banjaratma.Sama halnya dengan kedua korban pertama, yakni Sofyan (27) dan Khodijah (35), mereka yang berada di areal persawahan tewas disambar petir yang datang bersamaan dengan terjangan lesus, sekira pukul 14.00 WIB, Kamis (3/1/2008) siang."Korban meninggal seluruhnya berjumlah empat orang. Ini mengagetkan," ujar Kepala Kesbanglinmas Pemkab Brebes, Kustoro, di lokasi kejadian, sore ini.Sebelumnya, hanya diketahui ada dua korban yakni Sofyan dan Khodijah. Keduanya menghembuskan nafas akibat sambaran petir di lokasi yang tidak terlalu berjauhan.Khodijah, saat maut maut menjemput, tengah membersihkan bawang merah di kebun miliknya. Posisinya tidak jauh dari tempat Sofyan yang saat itu tengah berjalan dalam pusaran angin. Sejurus kemudian petir menggelegar menyambar keduanya.Menurutnya, Pemkab Brebes akan memberikan bantuan kepada seluruh warga yang turut menjadi korban.(Untung Subejo/Sindo/jri)

http://www.okezone.com/


Lesus Disertai Petir Hantam Brebes, 2 Tewas
Kamis, 3 Januari 2008 - 18:59 wib

BREBES - Angin puting beliung disertai sambaran petir menewaskan dua orang di Brebes, Kamis (3/1/2008) sore. Kedua korban meninggal adalah Sofyan (27) dan Khodijah (40). Keduanya adalah warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jateng.Menurut warga, lesus mulai menerjang rumah mereka sekira pukul 14.00 WIB. Musibah didahului oleh hujan yang turun dengan derasnya."Tiba-tiba, hujan berhenti, lalu datang angin menderu-deru dari arah utara langsung menghantam rumah warga. Bersamaan dengan itu, beberapa kali petir terdengar menyambar, keras sekali," ujar Warjo (35), warga setempat.Saat angin ribut mengamuk itulah, kedua korban tengah dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Sofyan, diketahui baru saja menanam padi di sawahnya bersama ayahnya, Mustadi (53). Sedangkan Khodijah yang berada tidak jauh dari tempat Sofyan berada, tengah membersihkan bawang merah yang habis dipanen dari areal kebun miliknya."Tiba-tiba petir menyambar mereka. Korban tidak sempat dilarikan ke rumah sakit. Saat didatangi, keduanya sudah meninggal dunia," timpal Subkhan (40), warga setempat, yang rumahnya ikut rusak diterjang lesus.Kedua jenazah korban saat ini masih disemayamkan di rumah duka. Rencananya keluarga akan memandikan dan kemudian segera mengebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Tegalglagah.(Untung Subejo/Sindo/jri)

http://www.okezone.com/


Badai La Nina Landa NTT, Bencana Mengancam
Jum'at, 28 Desember 2007 - 11:36 wib
Lelin - Okezone

KUPANG - Curah hujan yang terjadi diatas ambang normal sepekan terakhir disebagian wilayah NTT berpeluang menimbulkan badai La Nina. Hal ini menandakan wilayah NTT mulai memasuki periode bencana seperti tanah longsor, banjir dan bencana alam lainnya.Untuk itu, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) meminta seluruh masyarakat agar selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.Kepala BMG Stasiun El Tari Kupang, Albertus Kusbagio, yang dihubungi melalui telepon selulernya Jumat (28/12/2007) mengatakan, indeks osilasi selatan (ISO) saat ini +10,9 yang berarti seluruh wilayah NTT harus waspada sebab hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi sehingga sangat berpeluang menimbulkan bencana.Dia mengatakan, Badai La Nina akan terjadi di NTT sampai dengan akhir Desember 2007 akibat adanya tekanan rendah 1.002 milibar sehingga berdampak juga pada gelombang laut yang mengganas di beberapa perairan."Gelombang laut di Laut Flores telah mencapai lima meter. Sedangkan di perairan NTT lainnya rata-rata tiga meter," kata Kusbagio.Sejumlah perahu nelayan yang sementara berlabuh di pelabuhan perikanan Tenau, Kupang, karam setelah dizhandam gelombang dasyat beberapa hari terakhir."Perahu saya tambatkan Kamis pagi, dan sore hari ketika saya ingin pindahkan ke tempat yang aman, ternyata sudah karam dan tenggelam akibat dihantam gelombang," kata Andika, salah satu pemilik armada penangkapan ikan.Gelombang ganas yang terjadi tiga hari terakhir berdampak pula pada dihentikannya seluruh armada pelayaran PT.Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) ke sejumlah daerah. Sejak Jumat, armada-armada ASDP dilabuhkan di pantai Hansisi, pulau Semau.Kepala Cabang PT ASDP Kupang La Unru, yang dihubungi di Kupang mengatakan, pihaknya menghentikan sementara pelayaran dengan tujuan Kupang-Rote dengan menggunakan KM. Balibo, lintasan Kalabahi-Baranusa dengan KM. Namparnos serta tiga pelayaran lainnya menuju ke Pulau Sabu dan Flores.Para nelayan pun terpaksa menghentikan aktifitas melaut akibat gelombang laut yang rata-rata mencapai tiga meter di perairan Kupang dan sekitarnya.(jri)

http://www.okezone.com/


03/01/2008 18:58
Ketinggian Banjir di Gresik Kembali Naik

Liputan6.com, Gresik: Ketinggian banjir yang merendam kawasan Gresik, Jawa Timur naik. Banjir yang sebelumnya menyusut hingga selutut orang dewasa, kini kembali naik menjadi sepinggang orang dewasa. Demikian pantauan SCTV, Kamis (3/1) petang.
Naiknya volume air akibat hujan yang terus mengguyur kawasan Gresik dengan intensitas sedang. Sebagian warga masih belum mau mengungsi meski rumah mereka terendam banjir [baca: Gresik Masih Terendam].
Sementara sebagian warga Laren, Lamongan memilih bertahan di pengungsian. Mereka takut akan adanya banjir susulan. Maklum, hujan masih mengguyur kawasan tersebut. Namun sebagian lainnya memberanikan pulang ke rumah.
Warga yang pulang langsung membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir. Mereka juga membersihkan perabot yang terendam lumpur. Mereka terpaksa menggunakan air kotor. Pasalnya tak ada air bersih. Mereka berharap bantuan segera disalurkan.
Pemandangan seperti kota mati terlihat di Bojonegoro. Jalan-jalan protokol yang biasa ramai lalu lalang kendaraan, kini sepi. Aktivitas benar-benar lumpuh di antaranya terlihat di Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Mohammad Thamrin

http://www.liputan6.com/
.
03/01/2008 14:59
Banjir di Karangbinangun Belum Surut

Liputan6.com, Lamongan: Banjir setinggi lebih dari satu meter di Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, Jawa Timur, akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo belum surut. Kecamatan ini selalu menjadi langganan banjir setiap hujan turun. Ini karena daerah tersebut merupakan dataran rendah. Namun, banjir kali ini adalah yang terparah.
Dari pantauan SCTV, Kamis (3/1), terbatasnya lokasi pengungsian membuat warga yang mengungsi terpaksa ditampung di sebuah bangunan sekolah dasar. Tapi, sebagian korban terutama yang memiliki rumah bertingkat memilih bertahan di tempat tinggalnya masing-masing walau sudah terkepung banjir.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)
Sedangkan di beberapa wilayah yang sudah tak terendam banjir tampak batang-batang pohon yang tumbang berserakan di jalan. Pemerintah daerah setempat telah mengirimkan bantuan material untuk membangun tanggul yang jebol.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

27/12/2007 20:14 LIPUTAN KHUSUS
HITAM PUTIH 2007

Liputan6.com, Jakarta: Tepat satu tahun yang lalu, pada hari pertama di Januari 2007, pesawat Adam Air nomor penerbangan 574 hilang, dalam perjalanan dari Surabaya menuju Manado. Sampai saat ini, tak ada satu pun penumpang yang pernah ditemukan. Cuaca buruk dilaporkan menghalangi komunikasi, namun tak pernah ada penjelasan mengapa kecelakaan itu terjadi. Tiga ribu enam ratus orang lebih dikerahkan dalam pencarian, begitu pun bantuan pihak asing, menelan biaya Rp1 miliar per hari selama kurang lebih satu bulan. Baru pada Agustus 2007, kotak hitam pesawat naas ini ditemukan, dan sampai sekarang masih dalam penelitian pemerintah Amerika Serikat. Peristiwa itu memulai lembar hitam dalam catatan sejarah transportasi. Kecelakaan demi kecelakaan terjadi, tidak hanya di udara, namun juga di darat maupun laut.Dua bulan kemudian, kecelakaan menimpa pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 200, saat mendarat di Yogyakarta. Penyelidikan belakangan menyalahkan sang pilot, karena melanggar prosedur pendaratan. Akibat kelalaiannya, 22 penumpang tewas.Di laut, Indonesia juga berduka akibat tenggelamnya kapal motor Senopati Nusantara di Laut Jawa, yang menewaskan lebih dari 400 penumpangnya. Sayangnya, kabar buruk tentang keselamatan transportasi negeri ini tak berakhir di sana. Masih di laut, insiden kapal motor Livina I bulan Februari lalu, masih berbekas di benak. Lebih dari 50 orang tewas, saat kapal terbakar di lepas pantai Jakarta.Korban bertambah, setelah tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan rombongan wartawan yang datang ke lokasi, tenggelam bersama kapal, seorang di antara korban, merupakan juru kamera SCTV, Muhammad Guntur.Kecelakaan tak hanya terjadi di udara dan laut. Di darat, maut juga tajam mengintai. Nyaris setiap bulan, media massa menyuguhkan adanya kecelakaan yang menimpa transportasi massal seperti kereta api dan bus.Berkaca pada tahun 2007, tak heran bila menatap tahun yang baru, muncul pertanyaan, soal kepastian keselamatan perjalanan.Tahun 2007 juga tak lepas dari bencana alam, yang melanda negeri ini. Ratusan nyawa menghilang, dan ribuan lainnya terpaksa dirawat atau mengungsiHanya beberapa hari sebelum tahun 2007 berakhir, Indonesia dikejutkan dengan longsor di Karanganyar, Jawa Tengah. Sebanyak 60 orang lebih tewas, saat longsor menyerang dinihari, saat warga sedang bekerja bakti membersihkan sisa banjir yang melanda wilayah mereka. Korban terbanyak berada di Desa Ledoksari Kecamatan Tawangmangu.Tragedi ini, dan berbagai longsor lain di sejumlah daerah, seakan mengakhiri tahun yang diwarnai sekian banyak bencana alam.Sejumlah daerah di indonesia, termasuk ibukota terendam banjir dan pasang laut, yang datang dan surut silih berganti. Penyebabnya bukan hanya kesemrawutan perencanaan pembangunan, namun juga bagian dari dampak pemanasan global, yang menaikkan ketinggian air di daerah pesisir.Sepanjang 2007, kita banyak mendengar tentang istilah "pemanasan global" mulai dari berbagai forum di luar negeri, sampai akhirnya pada pertengahan Desember, Indonesia menjadi tuan rumah KTT PBB tentang perubahan iklim, yaitu fenomena yang merupakan salah satu dampak pemanasan global. Namun, meski menjadi primadona, itu bukan berarti tahun 2007 merupakan tahun penyelesaian masalah yang sudah menjadi momok dunia ini.Hitam Putih 2007 juga menyoroti sebelas topik lain yang mengisi lembar perjalanan sepanjang tahun, antara lain menyangkut nasib buruh, kenaikan harga minyak, perseteruan indonesia dan malaysia, bermunculannya aliran agama, berbagai manuver politik, kekerasan bersenjata, hingga bencana alam dan krisis politik di mancanegara. Semua itu kami rangkum dan sajikan untuk Anda, sebagai catatan akhir tahun bagi kita semua.(Merdi Sofansyah)

http://www.liputan6.com/

Tidak ada komentar:

Humanity First-Serving Mankind